Aku lahir dan teriakkan adalah tangis pertamaku
Agar kau bangga karena aku berhasil hidup, Bunda
Kupompa jantung, kuhirup udara lewat paru-paru
Akhirnya aku dapat merasakan langsung belaian kasih Bunda di kulitku
Namun Bunda, di mana kau berada
Belaianmu belum juga kudapatkan
Aku sendiri dalam boks dingin dan gelapnya malam
Menanti, kesepian dan tanpa nama
Bunda, entah berapa tangan sudah menimang
Namun, timanganmu belum juga menyapa
Ada apa dengan diriku ini, Bunda
Apakah aku telah berbuat salah?
Mereka membawaku keluar dari rumah sakit, Bunda....
Tapi bagaimana bila kau mencariku?
Bagaimana bila kau tiba-tiba merinduiku
Atau aku merinduimu, 9 bulan dalam rahimmu, membuatku sayang padamu
Akankah kelak kita bertemu lagi, Bunda?
Akankah kau pernah tahu kemajuanku dari hari ke hari, Bunda?
Akankah kau bertanya apa aku baik-baik saja, Bunda?
Akankah kau perduli dengan keadaanku, Bunda?
Aku sekarang tinggal di panti bayi, Bunda
Tanpa sambutan hangat dan pelukan
Tanpa aqiqah dan tanpa pengajian
Hanya tatap iba yang kudapat
Aku sudah mulai bisa berjalan walau sedikit tertatih, Bunda ku
Tidak terdengar tepuk tangan bangga darimu
Hanya penjaga bayi di panti, saksi bisu kemajuanku
Aku memang tidak cantik Bunda, tak ada yang mau mengadopsiku
Tapi aku yakin kau bangga dan mencintaiku, hanya itu yang ada di hati
Walau aku dapatkan makan, pakaian dan boks tidur di sini
Tapi harapan bersamamu, berada dalam pelukanmu selalu ada di dada ini
Membuatku kuat menjalani hari-hari sulit dalam panti
Bunda, di manapun kau berada
Jangan kau khawatir padaku ya...
Aku memang kecil tapi aku kuat
Berbanggalah padaku, Bunda
****
Bila anak sering dikritik ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari ia belajar bekelahi
Bila anak sering diejek ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan ia belajar merasa bersalah
Bila anak sering dimaklumi ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati ia belajar menghargai
Bila anak mendapatkan haknya ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan di akrabi ia akan menemukan cinta
Dikutip:
-pecinta anak yatim-
Agar kau bangga karena aku berhasil hidup, Bunda
Kupompa jantung, kuhirup udara lewat paru-paru
Akhirnya aku dapat merasakan langsung belaian kasih Bunda di kulitku
Namun Bunda, di mana kau berada
Belaianmu belum juga kudapatkan
Aku sendiri dalam boks dingin dan gelapnya malam
Menanti, kesepian dan tanpa nama
Bunda, entah berapa tangan sudah menimang
Namun, timanganmu belum juga menyapa
Ada apa dengan diriku ini, Bunda
Apakah aku telah berbuat salah?
Mereka membawaku keluar dari rumah sakit, Bunda....
Tapi bagaimana bila kau mencariku?
Bagaimana bila kau tiba-tiba merinduiku
Atau aku merinduimu, 9 bulan dalam rahimmu, membuatku sayang padamu
Akankah kelak kita bertemu lagi, Bunda?
Akankah kau pernah tahu kemajuanku dari hari ke hari, Bunda?
Akankah kau bertanya apa aku baik-baik saja, Bunda?
Akankah kau perduli dengan keadaanku, Bunda?
Aku sekarang tinggal di panti bayi, Bunda
Tanpa sambutan hangat dan pelukan
Tanpa aqiqah dan tanpa pengajian
Hanya tatap iba yang kudapat
Aku sudah mulai bisa berjalan walau sedikit tertatih, Bunda ku
Tidak terdengar tepuk tangan bangga darimu
Hanya penjaga bayi di panti, saksi bisu kemajuanku
Aku memang tidak cantik Bunda, tak ada yang mau mengadopsiku
Tapi aku yakin kau bangga dan mencintaiku, hanya itu yang ada di hati
Walau aku dapatkan makan, pakaian dan boks tidur di sini
Tapi harapan bersamamu, berada dalam pelukanmu selalu ada di dada ini
Membuatku kuat menjalani hari-hari sulit dalam panti
Bunda, di manapun kau berada
Jangan kau khawatir padaku ya...
Aku memang kecil tapi aku kuat
Berbanggalah padaku, Bunda
****
Bila anak sering dikritik ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari ia belajar bekelahi
Bila anak sering diejek ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan ia belajar merasa bersalah
Bila anak sering dimaklumi ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati ia belajar menghargai
Bila anak mendapatkan haknya ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan di akrabi ia akan menemukan cinta
Dikutip:
-pecinta anak yatim-
No comments:
Post a Comment