Sunday, November 27, 2016

Perasaan Yang Memilih Tetap Ada

Mungkin ini tidak penting bagimu. Bagian yang mungkin membuatmu bosan. Sebab, perasaanmu tak sama dengan apa yang aku rasakan. Percakapan-percakapan tak jelas itu, mungkin hal yang tidak terlalu berarti bagimu. Juga chat dan pesan singkat yang lebih sering kamu balas dengan satu dua kata saja. Dan, kadang kamu begitu menyebalkan. Hanya membalas dengan satu huruf, "Y"/ Namun, semua itu menjadi penting bagiku. Aku hanya ingin tahu, bahwa kamu masih ada.

Mengetahui kabarmu dan memastikan kamu baik-baik saja. Adalah salah satu cara yang membuatku tetap bahagia. ini bukan perkara tetap bersamamu. Bukan juga perihal memilikimu. Lebih dari itu, ini tentang perasaan yang masih sama, perasaan yang hanya kepadamu saja. Hal yang tidak bvisa kurasakan kepada yang lain. Tentang hati yang hanya ingin menaruh segala tentangmu di sana. Tentang ingatan yang tak pernah bersedia melepaskanmu terlalu lama.

Kamu bisa mengelak, juga bisa menolak sesukamu. Tidak ada yang salah dengan apa yang kamu
lakukan. Kamu bisa memilih dan melakukan apa yang kamu mau. Tidak ada yang bisa memaksakan memang. Aku juga tidak ingin memaksakan apa-apa. Bahkan, jika kamu menjauh sekalipun, aku tidak bisa menahanmu. aku juga tidak akan memohon ahar kamu tetap tinggal di sini. Namun, perasaan yang tumbuh dan terus bertambah bukan hal yang bisa kuperbuat semauku. Perasaan itu tetap saja ada, meski berkali-kali aku pun mencoba mengusirnya.

Barangkali, itulah salah satu sebab kenapa ada orang yang bertahan bertahun-tahun. Kenapa ada orang yang betah, meski tak lagi dibutuhkan. Kenapa ada  orang bersikeras, meski hatinya berkali-kali dihancurkan. Kenapa ada orang tetap ingin menetap, meski tak lagi ditatap. Sebab, terkadang cinta lebih kuat dari apapun. Ia bertahan dan tak pernah mau pergi, meski tak juga memiliki. Ia tetap ingin menjadi ada, bahkan pada seseorang yang menganggapnya tiada.

a novel: Senja, Hujan & Cerita Yang Telah Usai

No comments:

Post a Comment